Kamis, 12 Agustus 2021

Belimbing Darah (Baccaurea angulata Merr.)


Buah merupakan bagian penting dari tumbuhan yang menghasilkan bahan pangan.   Jenis durian-durianan (Durio spp.), menteng-mentengan (Baccaurea spp.) dan nangka-nangkaan (Artocarpus spp.) sebagaimana dilaporkan Siregar et al. (2001) merupakan buah-buahan yang banyak ditemukan di hutan Kalimantan. Tiga puluh empat jenis diantaranya dapat ditemukan di Sambas,  Kalimantan Barat. Alam Kalimantan menyimpan potensi buah alam yang dapat diolah menjadi bahan pangan dan obat-obatan.  Salah satu diantaranya adalah belimbing darah, dari Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat yang menjadi fokus dalam tulisan ini.  Di Kalimantan Barat, belimbing darah banyak ditemukan di daerah Kabupaten Sambas, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Sintang dan Kabupaten Kapuas Hulu.   Menarik karena tidak hanya berasal dari hutan alam,  tetapi mereka sangat eksotik.

Belimbing darah, saat masih belum matang bentuknya seperti kelopak bunga rosella, merah tua. Saat matang, warnanya berubah menjadi oranye muda kecokelatan, dengan buah putih bersekat seperti manggis.  Rasa buahnya asam segar.  Belimbing Darah diberi sebutan demikian karena bentuknya mirip dengan buah belimbing dan warnanya merah.

Belimbing Darah (Baccaurea angulata Merr.; Phyllantaceae) sama sekali bukan kerabat dekat Belimbing Manis (Averrhoa carambola; suku Oxalidaceae) meskipun bentuknya sama.  Biji Belimbing Darah diselaputi oleh aril yang berair dan rasanya asam hingga manis yang juga terdapat pada buah menteng dan tampoi. Oleh karena itu merupakan kerabat dekat dengan jenis menteng (Baccaurea racemosa) dan tampoi (Baccaurea macrocarpa).  Belimbing Darah ini endemik pulau Borneo.  Umumnya tumbuh di daerah dekat air atau pasang surut air sungai dan tumbuh pada tanah berpasir atau laterit hingga ketinggian 800 mdpl. 

1 komentar: