Buah merupakan bagian penting dari tumbuhan yang menghasilkan bahan pangan. Jenis durian-durianan (Durio spp.), menteng-mentengan (Baccaurea spp.) dan nangka-nangkaan (Artocarpus spp.) sebagaimana dilaporkan Siregar et al. (2001) merupakan buah-buahan yang banyak ditemukan di hutan Kalimantan. Tiga puluh empat jenis diantaranya dapat ditemukan di Sambas, Kalimantan Barat. Alam Kalimantan menyimpan potensi buah alam yang dapat diolah menjadi bahan pangan dan obat-obatan. Salah satu diantaranya adalah belimbing darah, dari Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat yang menjadi fokus dalam tulisan ini. Di Kalimantan Barat, belimbing darah banyak ditemukan di daerah Kabupaten Sambas, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Sintang dan Kabupaten Kapuas Hulu. Menarik karena tidak hanya berasal dari hutan alam, tetapi mereka sangat eksotik.
Belimbing darah, saat masih belum matang bentuknya seperti
kelopak bunga rosella, merah tua. Saat matang, warnanya berubah menjadi oranye muda kecokelatan, dengan buah putih bersekat seperti manggis. Rasa buahnya asam segar. Belimbing
Darah diberi sebutan demikian karena bentuknya mirip dengan buah belimbing dan warnanya merah.
Belimbing Darah (Baccaurea
angulata Merr.; Phyllantaceae) sama sekali bukan kerabat dekat Belimbing
Manis (Averrhoa carambola; suku Oxalidaceae) meskipun bentuknya sama. Biji Belimbing
Darah diselaputi oleh aril yang berair dan rasanya
asam hingga manis yang juga
terdapat pada buah menteng dan tampoi. Oleh karena
itu merupakan kerabat dekat dengan jenis menteng
(Baccaurea racemosa) dan tampoi
(Baccaurea macrocarpa). Belimbing Darah ini endemik pulau Borneo.
Umumnya tumbuh di daerah dekat
air atau pasang
surut air sungai
dan tumbuh pada tanah berpasir
atau laterit hingga ketinggian 800 mdpl.

Semoga pembangunan kebun raya sambas lancar
BalasHapus